Wayang Beber: Seni Penceritaan yang Hampir Punah dari Tasikmalaya
Dalang generasi terakhir berjuang menyelamatkan wayang golek berukuran tujuh meter dari kepunahan.
Oleh Andi Prasetyo · 5 Jun 2025
Kami mengunjungi tempat-tempat yang jarang terjamah, mendengarkan orang-orang yang jarang terdengar, dan menuliskannya dengan kedalaman yang pantas untuk Anda baca.
Napas kebudayaan yang masih hidup di pelosok Indonesia — ditulis dengan kedalaman dan rasa hormat.
Di tengah gempuran isu lingkungan, satu desa di Bali menemukan jalan tengah — mempertahankan esensi ritual tanpa membakar hutan.
Nadia Rahmawati
8 Jun 2025
Dalang generasi terakhir berjuang menyelamatkan wayang golek berukuran tujuh meter dari kepunahan.
Oleh Andi Prasetyo · 5 Jun 2025
Setiap motif menceritakan perjalanan hidup perempuan — dari lahir hingga menjadi pemimpin adat.
Oleh Sari Wulandari · 1 Jun 2025
Antropolog Clifford Geertz menyebutnya "peraya kematian paling elaborat di dunia" — 50 tahun kemudian, apa yang berubah?
Oleh Budi Hartono · 28 Mei 2025Membaca prasasti, reruntuhan, dan catatan lama untuk memahami Indonesia hari ini.
"Sejarah bukan tentang apa yang terjadi — tapi tentang siapa yang memilih untuk mengingatnya, dan mengapa."
Pemikiran Pembuka — Edisi Sejarah #12
Bukan tempat wisata biasa — ini cerita tentang tempat yang masih jarang dijamah.
Paradis bawah laut yang terancam oleh perubahan iklim dan praktik destructif.
Baca Selengkapnya →
Pada ketinggian 2.000 mdpl, candi Hindu dari abad ke-8 berdiri di tengah kabut abadi.
Baca Selengkapnya →
Spesies unik yang hanya ada di danau payau terisolasi ini — sebuah keajaiban evolusi.
Baca Selengkapnya →Setiap hidangan punya cerita. Dari dapur nelayan hingga istana — jelajahi Indonesia lewat lidah.
Proses memasak selama berjam-jam yang mencerminkan kesabaran, gotong royong, dan filosofi mendalam masyarakat Minangkabau.
Kecap manis khas, arang kelapa, irisan bawang.
Nangka muda, santan, dan gula aren — kesabaran dalam bentuk warna cokelat kehitaman.
Dari pelabuhan Selat Malaka ke cangkir kopi Anda — sebuah perjalanan rasa 400 tahun.
Cabai rawit, daun pandan, dan kemangi — trio yang mengubah hidung Anda.
Revista de Cajón lahir dari kepercayaan sederhana: narasi yang mendalam lebih berharga daripada kecepatan informasi.
Kami mengunjungi tempat secara langsung, wawancarakan saksi hidup, dan menulis dengan kedalaman yang pantas — bukan dari meja redaksi, melainkan dari lapangan.
Tim Redaksi
18 penulis · 6 editor · Jakarta
Artikel pilihan dikirim ke inbox Anda setiap Minggu. Tanpa spam — hanya cerita berkualitas.
Sudah 42,000+ pembaca berlangganan